Menjelang Hari Kiamat dan pedihnya siksa neraka

pedihnya siksa neraka
Pokok Isi:Kiamat dan pedihnya siksa Neraka
Di Rangkum Oleh:Erma Wati

Datangnya hari kiamat adalah suatu kepastian, hanya saja kapan tibanya tentang hari kiamat ituterasa asing atau terlupakan bagi sebagian manusia yang hidup mereka tersibukkan dengan bermain-main, lalai, mengenyangkan diri dengan syahwat dunia dan kelezatannya.

Kenikmatan dunia berupa harta, anak-anak, dan sebagainya telah melupakan mereka akan pertemuan dengan hari tersebut. Padahal hari kiamat demikian dekatnya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

 اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ
"Telah dekat hari kiamat dan telah terbelah bulan." (Al-Qamar: 1)

 يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
"Manusia bertanya kepadamu tentang (kapan datangnya) hari kiamat. Katakanlah, Sesungguhnya pengetahuan tentang kapan datangnya hari kiamat itu hanyalah di sisi Allah.’ Dan tahukah kamu (wahai Muhammad) boleh jadi hari kiamat itu sudah dekat waktunya?" (Al-Ahzab: 63)

Sahabat yang mulia Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu mengabarkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

بُعِثْتُ أَناَ وَالسَّاعَةُ كَهاتَيْنِ. وَأَشَارَ بِأَصْبِعَيْهِ السَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى
"Diutusnya aku dengan datangnya hari kiamat seperti dua jari ini."
Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hari kiamat ini tidak akan menimpa kecuali sejelek-jelek manusia, karena orang-orang yang memiliki iman walaupun sangat tipis telah diwafatkan sebelumnya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan:
لاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلىَ شِرَارِ النَّاسِ
"Tidak akan datang hari kiamat kecuali pada sejelek-jelek manusia." (HR. Muslim)

Diawali hari kiamat dengan tiupan sangkakala oleh malaikat Israfil. Maka matilah seluruh penduduk langit dan penghuni bumi kecuali yang Allah Subhanahu wa Ta'ala kehendaki. Kemudian diikuti tiupan kedua maka bangkitlah seluruh manusia dari dalam kuburnya.

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ إِلاَّ مَنْ شَاءَ اللهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
"Dan ditiuplah sangkakala maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali yang Allah kehendaki. Kemudian ditiup lagi tiupan yang lain maka tiba-tiba mereka bangkit dari kubur mereka dalam keadaan menanti (putusannya masing-masing)." (Az-Zumar: 68)

Hari itu adalah hari yang sangat mengerikan. Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkannya dalam firman-Nya:

 يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ. يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللهِ شَدِيدٌ
"Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian kepada Rabb kalian, sesungguhnya goncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).
Pada hari itu ketika kalian melihat kegoncangan tersebut, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan semua wanita yang hamil dan kalian lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras." (Al-Hajj: 1-2)

Usai tiupan kedua, manusia bangkit dari kubur-kubur mereka dalam keadaan tanpa busana, tanpa alas kaki, dan belum dikhitan. Tidak ada seorang pun yang menoleh kepada yang lain karena kegelisahan yang menyelimuti. Semua dicekam ketakutan!

Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha mendengar berita ini dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia berucap:

 ياَ رَسُوْلَ اللهِ، الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ جَمِيْعًا يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ؟ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم: الْأَمْرُ أَشَدُّ مِنْ أَنْ يُهِمَّهُمْ ذَلِكَ
"Wahai Rasulullah, para lelaki dan para wanita seluruhnya dikumpulkan dalam keadaan demikian berarti sebagian mereka akan melihat aurat sebagian yang lain?" Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Perkaranya terlalu dahsyat dari membuat mereka berkeinginan demikian." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Termasuk perkara yang menambah kedahsyatan hari tersebut adalah didekatkannya matahari dengan manusia sehingga peluh mereka bercucuran. Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata,
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِيْنَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ
"Manusia berkeringat pada hari kiamat sampai-sampai keringat mereka bercucuran ke bumi setinggi 70 hasta dan mengekang (menenggelamkan) mereka sampai mencapai telinga-telinga mereka." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Al-Miqdad ibnul Aswad radhiyallahu 'anhu mengabarkan, "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

 تُدْنىَ الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ -قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ: فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيلِ، أَمَسَافَةُ الْأَرْضِ أَمِ الْمِيْلُ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ- قَالَ: فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلىَ قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ، فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ, وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا. وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ n إِلَى فِيْهِ.
"Didekatkan matahari dengan makhluk (manusia) pada hari kiamat hingga jarak matahari dari mereka seukuran mil." Sulaim bin Amir (perawi yang meriwayatkan dari Al-Miqdad, pent.),

"Demi Allah, aku tidak tahu apa yang beliau maksudkan dengan mil, apakah ukuran jarak ataukah kayu/alat yang digunakan untuk mencelaki mata. "Rasulullah bersabda, "Maka manusia (pada saat itu) dibanjiri peluh sesuai kadar amalan mereka.
Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya.

Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua lututnya. Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua pinggangnya. Dan di antara mereka ada yang benar-benar ditenggelamkan oleh keringatnya." Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam memberi isyarat ke mulutnya." (HR. Muslim)

Di saat kebanyakan manusia tersiksa dengan panas yang sangat, peluh yang membanjiri dan ketakutan yang sangat, ada segolongan orang yang dinaungi oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan naungan-Nya. Mereka tidak merasakan apa yang diderita oleh orang-orang lain.

Di antara mereka adalah yang dikabarkan oleh Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sabdanya:

 سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ, وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ, وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلِّقٌ بِالْمَسَاجِدِ, وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ, وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصَبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّي أَخَافُ اللهَ, وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمُ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ, وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
"Ada tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Mereka adalah imam (pemimpin) yang adil, pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya selalu terikat/terpaut dengan masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah mereka berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah, (kemudian) seorang lelaki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang punya kedudukan dan kecantikan namun ia berkata,
"Sungguh aku takut kepada Allah." (Yang berikutnya) seorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam keadaan sendirian lalu mengalir air matanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Saudariku, bayangkanlah kengerian pada hari itu. Manusia berdiri di hadapan Rabbul ‘Alamin untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia.

 فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ.عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Maka demi Rabbmu! Kami sungguh-sungguh akan menanyakan kepada mereka seluruhnya, tentang apa yang dulunya mereka amalkan." (Al-Hijr: 92-93)

Sungguh, tidak ada satu pun yang tersembunyi dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak ada seorang pun yang dapat mengingkari ataupun menutupi apa yang dahulunya ia perbuat, karena anggota tubuhnya menjadi saksi.

 فَيُخْتَمُ عَلَى فِيْهِ وَيُقَالُ لِفَخِذِهِ وَلَحْمِهِ وَعِظَامِهِ: انْطِقِيْ. فَتَنْطِقُ فَخِذُهُ وَلَحْمُهُ وَعِظَامُهُ بِعَمَلِهِ...
"Maka ditutuplah mulutnya dan dikatakan kepada pahanya, dagingnya dan tulangnya, ‘Berbicaralah!’ Lalu berbicaralah pahanya, daging dan tulangnya mengabarkan tentang amalannya (ketika di dunia)…." (HR. Muslim)

Sahabat Rasul yang bernama ‘Adi bin Hatim radhiyallahu 'anhu mengabarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam:

 مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سَيُكَلِّمُهُ رَبُّهُ لَيْسَ بَيْنَهُ وَبَيْنَهُ تَرْجُمَانُ، فَيَنْظُرُ أَيْمَنَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ مِنْ عَمَلِهِ، وَيَنْظُرُ أَشْأَمَ مِنْهُ فَلاَ يَرَى إِلاَّ مَا قَدَّمَ، وَيَنْظُرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَلاَ يَرَى إِلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ، فَاتَّقُوا النَّارَ وَلَوْ بِشِقِّ تَمْرَةٍ
"Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali nanti akan diajak bicara oleh Rabbnya, tanpa ada seorang penerjemah antara dia dengan Rabbnya. Lalu ia memandang ke arah kanannya namun ia tidak melihat kecuali amal yang telah dilakukannya. Ia juga memandang ke arah kirinya, namun ia tidak melihat kecuali amal yang telah dilakukannya. Dan ia memandang ke depannya, namun ia tidak melihat kecuali neraka di hadapan wajahnya. Maka jagalah diri kalian dari neraka walaupun dengan bersedekah sepotong belahan kurma." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Saudariku, termasuk yang menambah kengerian pada hari itu adalah sangat panjangnya hari tersebut, sebagaimana berita dari Dzat yang Maha Benar pengabaran-Nya:

 سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ. لِلْكَافِرينَ لَيْسَ لَهُ دَافِعٌ. مِنَ اللَّهِ ذِي الْمَعَارِجِ. تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
"Seseorang telah meminta disegerakannya azab yang pasti terjadi, bagi orang-orang kafir, yang tidak ada seorang pun dapat menolaknya. (Yang datang) dari Allah, Yang mempunyai tempat-tempat naik. Malaikat-malaikat dan Jibril naik menghadap kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun1." (Al-Ma’arij: 1-4)

Karenanya, hendaklah kita memikirkan kengerian hari tersebut dan kita harus ingat bahwa keselamatan dari kengeriannya hanyalah didapatkan dengan rahmat Allah, kemudian dengan amalan shalih.

Hari itu semua manusia akan menyesal. Bila ia seorang yang berbuat baik, ia akan menyesal kenapa ia tidak menambah dan memperbanyak kebaikannya. Bila ia seorang yang berbuat jelek, ia akan menyesal kenapa dahulu menyia-nyiakan umurnya dari melakukan amal shalih.

Ingatlah, saat catatan amal beterbangan pada hari tersebut dalam keadaan seseorang tidak tahu apakah ia akan menerima catatannya dengan tangan kanan sehingga ia beroleh kebahagiaan nan abadi, ataukah ia akan menerimanya dengan tangan kiri sehingga ia akan celaka.

 فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَيَقُولُ هَاؤُمُ اقْرَءُوا كِتَابِيَهْ. إِنِّي ظَنَنْتُ أَنِّي مُلَاقٍ حِسَابِيَهْ. فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ. فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ. قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ. كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا أَسْلَفْتُمْ فِي الْأَيَّامِ الْخَالِيَةِ. وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَالَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ. وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ. يَالَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ. مَا أَغْنَى عَنِّي مَالِيَهْ. هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ. خُذُوهُ فَغُلُّوهُ. ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ. ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ. إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ. وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ. فَلَيْسَ لَهُ الْيَوْمَ هَاهُنَا حَمِيمٌ. وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ. لَا يَأْكُلُهُ إِلَّا الْخَاطِئُونَ
"Adapun orang-orang yang diberikan kepadanya catatan amaalnya dari sebelah kanannya, maka dia berkata, ‘Ambilllah, bacalah catatan amalku ini. Sungguh aku yakin bahwa aku akan menemui hisab terhadap amalku.’ Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai, dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat. (Kepada mereka dikatakan), ‘Makan dan minumlah dengan sedap sebagai balasan amalan yang telah kalian kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.’ Adapun orang yang diberikan kepadanya catatan amalnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata, ‘Wahai, alangkah baiknya bila sekiranya tidak diberikan kepadaku catatan amalku ini.

Dan aku tidak mengetahui apa hisab terhadap diriku. Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu. Hartaku sekali-kali tidak memberikan manfaat kepadaku. Telah hilang kekuasaan dariku. ’ (Allah berfirman), "Peganglah dia, lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian masukkan dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.’ Sesungguhnya dulu dia tidak beriman kepada Allah Yang Maha Agung. Dan juga tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin. Maka tiada seorang pun teman baginya pada hari ini di sini. Dan tiada pula makanan sedikit pun baginya kecuali berupa darah dan nanah. Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa." (Al-Haqqah: 19-37)

Ingatlah saudariku, wahai hamba-hamba Allah Subhanahu wa Ta'ala, dengan shirath (titian) yang licin lagi menggelincirkan yang diletakkan di atas punggung Jahannam.

Manusia melewatinya sesuai kadar amalannya, ada yang melewatinya dengan sangat cepat, ada yang lambat perlahan, ada yang merangkak, dan ada yang tersungkur ke dalam api yang menyala-nyala.
Kita tak tahu apakah kita termasuk yang selamat melewatinya, ataukah Na’udzubillah terperosok ke dalam jurang Jahannam.
Kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk keselamatan.

Apa yang kita persiapkan untuk hari tersebut?
Iya, amal shalih.
Dengannya setelah rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala, kita akan selamat dan termasuk orang-orang yang berbahagia.

Menjadi penghuni surga yang seluas langit dan bumi.
Ya Allah, ya Arhamar Rahimin, ya Karim!

Pedihnya Siksa Neraka

Pada malam 27 Rajab, tiga Malaikat turun ke bumi.
Mereka adalah :
Jibril
Mikail dan seorang Malaikat lainnya.
Mereka bermaksud, untuk meng'isra mi'rajkan Rasullah Muhammad S.A.W dan hendak mensucikan hati dan melapangkan dada beliau.

Lalu mereka membela dada Rasullah, mensucikan dan mengisinya dengan hikmat, ilmu yakin dan Islam.
Kemudian beliau dibawa para Malaikat itu, untuk melakukan perjalanan malam hari (Isra) dari Masjidil Haram (Makkah) menuju Masjidil Aqsa (Palestina).
Beliau mengendarai seekor Binatang yang mirip dengan Bighal yang memiliki kecepatan bagaikan Kilat, itulah yang disebut Buroq.

Disuatu tempat, Rasullah melihat makhluk yang menyeramkan sedang mengejar beliau dengan membawa sebuah obor yang menyala-nyala.
Dan dengan api itulah ia bermaksud ingin membinasahkan Rasullah, dan dia yang disebut sebagai Jin Ifrit.

Untuk menolak dan menghancurkan Jin Ifrit, Jibril mengajarkan seuatu do'a atau kalimat Tammah kepada Rasullah.
Jarak Jin Ifrit yang mengejar Rasullah, sudah kian mendekat.
Lalu Rasullah segera membaca do'a atau kalimat Tammah, yang diajarkan oleh Malaikat Jibril tadi.

Maka atas izin Allah S.W.T, tersungkurlah Jin Ifrit ke atas tanah dan Terbakar menjadi abu oleh api obornya sendiri.

Akhirnya sampailah mereka di Masjidil Aqsa (Palestina)

Rasullah mengerjakan Sholat dua roka'at bersama-sama para Malaikat dan Arwah-arwah para Nabi, beliau bertindak sebagai Imam.
Kemudian Jibril mengajak Rasullah melakukan Mi'raj, yaitu naik ke atas langit yang berlapis Tujuh.

Rasullah berjumpa dengan Ruh para Nabi, yaitu :
Nabi Adam As
Nabi Yahya As
Nabi Isa As
Nabi Idris As
Nabi Yusuf As
Nabi Harun As
Nabi Musa As
Nabi Ibrahim As
Dan setiap pertemuan Rasullah dengan Ruh para Nabi tersebut selalu terjadi saling salam menyalami.

Di Baitul Makmur, pada langit ke tujuh Rasullah melakukan Sholat bersama-sama para Malaikat, beliau juga bertindak sebagai Imam.

Kemudian beliau diajak untuk melihat-lihat keadaan surga, di surga Rasullah menyaksikan berbagai macam keindahan, kesenangan, kenikmatan, keindahan dan kedamaian yang tiada sebanding dengan apa yang ada didunia.
Yang ada didalam surga, sungguh tidak bisa di gambarkan oleh angan-angan manusia..

Surga terbagi beberapa macam tingkatan, yaitu :
Jannatul Firdaus
Jannatul And
Jannatul Na'im
Jannatul Na'wa
Jannatul Darusalam
Jannatul Darul Muqomah
Jannatul Maqamul Amin
Kemudian Rasullah diajak menyaksikan kedalam neraka, disinilah berlakunya hukum pengadilan Allah bagi orang-orang yang berdosa dan mendurhakakannya.

Disanalah tempat, balasan yang setimpal sesuai dengan perbuatan dan dosa yang dilakukan semasa hidup didunia.

Disanalah puncak dari segala kesengsaraan dan kepedihan, yang tak ada kesengan, jauh dari pertolongan.
Segala macam siksaan yang mengerikan telah tersedia, suara-suara pilu menakutkan, jeritan-jeritan kesakitan, ratapan penyesalan, bau busuk darah dan nanah, cairan logam yang panas merebus jasad tak berkesudahan..

Kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang sedemikian itu.

Neraka terbagi menjadi beberapa Tingkatan, yaitu :
Jahanam
Lazha
Huthamah
Saqar
Sa'ir
Jahim
Hawiyah
Lalu ditunjukan kepada Rasullah, sesorang yang dibelenggu kedua tangan dan kakinya dibenamkan kedalam cairan logam yang mendidih, dan tak terkira panasnya.
Mereka menjerit-jerit kesakitan, namun tak seorangpun yang dapat memberikan pertolongan, setelah dibenamkan mereka ditarik ke atas dan dituangkan cairan logam mendidih dan menyala kedalam mulut mereka.
Inilah siksa bagi orang-orang yang semasa hidupnya tidak percaya kepada Allah.

Adapun orang-orang yang meninggalkan Sholat ketika hidupnya, mereka mendapatkan balasan berupa pukulan gada berduri yang bertubi-tubi menimpa kepala mereka sampai hancur, kepala itu tumbuh lagi dan dipukulkan kembali begitu seterusnya.

Ditunjukan pula, balasan bagi orang-orang yang sengaja meninggalkan puasa dibulan Romadhon.
Tubuh mereka dililit ular-ular raksasa, yang mengigit daging mereka hingga habis lalu daging itu tumbuh seperti sediakala, kemudian dililit dan digigit lagi demikian terjadi tanpa henti.

Terdapat juga orang-orang yang perutnya mengembung, melebihi besar tubuhnya, dari mulut mereka keluar cairan nanah yang berbau sangat busuk sedangkan sekujur tubuhnya dirayapi berbagai macam binatang berbisa, yang tak henti-hentinya mengigit dan menyengat sambil mengeluarkan bisa.
Itulah siksaan bagi orang-orang yang semasa hidupnya, suka berjudi, bermabuk-mabukkan dengan meminum minuman keras, sehingga lenyap akal serta pikiran mereka, memakan makanan yang haram pada waktu hidup didunia.

Orang-orang yang suka memfitnah sehingga mencelakakan orang lain, maka lidah dan bibirnya akan dipotong-potong.
Dan lidah serta bibir yang terlah terpotong dan putus itu, tumbuh kembali dan lalu dipotong lagi.

Ada juga yang mencakari dan mengaruk-garuk badannya sendiri, dengan kuku yang panjang dan tajam.
Sehingga sekujur tubuh mereka, terkoyak-koyak dan mengucurkan darah.
Itulah siksa bagi orang yang suka berkelahi sesama muslim sesama hidup didunia.

Ada juga orang sedang berkelahi mati-matian, dan dikelilingi oleh beberapa binatang raksasa.
Mereka adalah orang-orang yang semasa hidupnya suka berjudi dan mengadu binatang, seperti :
Ayam
Jangkrik
Kambing
Kuda
Dan lain-lain.
Binatang tersebut sambil berkata :
Teruslah berkelahi, jika berhentu kami akan mematuk serta membinasahkanmu beramai-ramai, bukankah kalian suka mengadu binatang semasa hidup didunia.
Ada sekelompok orang yang menghadapi daging yang segar, tapi mereka lebih suka memakan daging yang amat busuk dari pada daging yang masih segar.
Itulah siksa bagi mereka para pelaku zina, mereka yang berbuat serong padahal mereka sudah mempunyai suami atau istri yang sah.

Ada juga sekelompok orang, yang sedang berenang digenangan darah dan nanah yang panas sambil dihujani batu neraka yang panas dan menyala-nyala, hingga kepala mereka hancur berantakan, itulah siksa bagi orang yang semasa hidup didunia suka memakan harta Riba atau mengandakan uang berlipat-lipat.

Ditempat lain terlihat orang-orang yang ditusuk mulut, telinga, mata dan hidungnya.
Itulah siksa bagi orang-orang yang semasa hidupnya, mempergunakan mulut, telinga, mata dan hidungnya untuk bberbuat dosa dan maksiat, seperti :
Mulutnya yang digunakan untuk mengupat, berdusta, dan berkata kotor.
Telinga, mata dan hidungnya digunakan untuk maksiat dan dilarang oleh Agama.

Orang-orang yang mengabaikan ajaran dan perintah agama, serta tidak yakin dengan adanya Allah, maka kepala mereka akan disiram dengan cairan timah panas dan mendidih.
Terkelupaslah kulit dan daging bagian kepala mereka.

Bagi para Koruptor, perampok, pemeras dan pencuri.
Tangan mereka akan dipotong-potong, setelah terputus seketika itu kembali utuh dan dipotong kembali, begitu seterusnya.

Untuk para pelacur dan gigolo, kemaluan mereka akan ditusuk dengan besi panas yang menyala-nyala.

Bagi mereka yang semasa hidupnya, pernah mengugurkan kandungan, pengusaha rumah pelacuran, mereka akan digantung dan dibenamkan ke dasar neraka.

Dan bagi mereka yang semasa hidupnya sering melakukan hubungan sesama jenis, kemaluan dan pantat mereka akan di tusuk dengan besi panas yang menyala-nyala dan dipanggang diatas api neraka.

Ada juga orang yang lari-lari, dikejar-kejar oleh Ular raksasa kemanapun ia pergi, ini balasan untuk orang yang kikir dan tidak mau berzakat.
Kemudia ular itu akan mengoyak-goyak tubuhnya.

Ada juga orang-orang lari karna mengunakan pakai dari api neraka, siksa itu ditambah dengan dipukulnya dengan cambuk yang terbuat dari besi panas.
Inilah siksaan bagi mereka yang durhaka kepada kedua orang tuanya, meskipun mereka beriman kepada Allah mereka akan terus disiksa selama belum mendapatkan ampunan dari kedua orang tuanya.

Siksaan bagi mereka yang kikir dan suka memakan harta anak yatim, punggung mereka akan ditimpa oleh besi panas yang menyala hingga hancur dan luluh kulit, daging punggungnya.

Siksaan bagi orang yang munafik, murtad dan durhaka kepada Allah, mereka akan dilempar ke dasar jurang neraka yang penuh dengan binatang buasa.

Bagi mereka yang suka menganggu ketentraman orang lain, kepala mereka akan berubah menjadi berbagai bentuk kepala binatang, yang dari mulutnya akan senantiasa menyemburkan api.

Neraka adalah tempat pembalasan, bagi orang-orang yang berbuat dosa, buruk amal perbuatannya semasa hidup didunia.
Melanggar larang-larangan Allah, neraka adalah pembalasannya, mereka di balas dengan azab yang tiada berkesudahan.
Ingatlah semua ini wahai saudaraku.
Yakinlah karena ini bukanlah khayalan, sekadar isapan jempol dan dongeng pengantar tidur.
Semua yang disebutkan di sini sungguh benar adanya dan pasti datangnya.
Perkara-perkara ini dekat, walaupun terasa kehidupan kita panjang.
Adapun orang-orang yang berbuat dosa, lalu mereka bertobat dan segera menututup perbuatan buruknya dengan perbuatan baik, maka mereka akan diampuni oleh Allah S.W.T dan dimasukan kedalam surga.
Maka segeralah bertobat dan memohon ampunan Allah S.W.T, sebelum didahului oleh ajal sesungguhnya Allah maha Pengampun dan maha Penyayang.

Related Posts :

0 Response to "Menjelang Hari Kiamat dan pedihnya siksa neraka"

Post a Comment

Kami Telah Menandai Spam Pada Komentar Yang Memberikan Link Hidup.